Bagi kalian yang sudah menginjak usia remaja ataupun dewasa,
mungkin kalian tidak akan lagi bermain seperti anak-anak. Mungkin sekarang
kalian lebih sering memainkan ponsel ataupun komputer kalian. Tapi, apa
salahnya jika kita bernostalgia dengan permainan tradisional yang dulu sering
kita mainkan bersama teman-teman. Permainan tersebut kini sudah hampir punah,
dikarenakan anak-anak zaman sekarang lebih suka permainan computer atau
permainan online ketimbang permainan tradisional yang murah meriah. Berikut ini
ada setidaknya 5 permainan yang terancam kepunahan.
6. Bola Bekel
Bola bekel adalah permainan yang biasa dimainkan oleh para anak perempuan. terdiri dari Bola karet dan beberapa biji yang terbuat dari besi.
5. Yo-yo
Yo-yo adalah suatu permainan yang tersusun dari dua cakram
yang berukuran sama, yang dihubungkan dengan suatu sumbu, dimana tergulung tali
yang digunakan. Satu ujung tali terikat dengan dengan sumbu, sedangkan ujung
yang lain bebas dan bisa diberi kaitan (biasanya dikaitkan di jari tengah).
4. Petak Umpet
Petak umpet biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih.
Permainan ini dimulai dengan Hompimpauntuk menentukan siapa yang akan jaga.
Jika sudah ada satu pemain yang jaga, maka yang lainnya akan bersembunyi.
Kemudian tugas dari penjaga tadi adalah mencari teman-temannya yang sembunyi
sampai ketemu.
3. Layangan
Bermain layangan merupakan salah satu permainan favorit saya
sewaktu kecil. Biasanya saya menaikkan layangan setelah sholat Dzuhur dan
menurunkannya menjelang Maghrib. Kebersamaan dengan teman-teman itulah yang
membuat saya masih suka dengan layangan. Walaupun hingga sampai saat ini saya juga
masih belum bisa membuat layangan sendiri.
2. Congkak
Permainan ini mungkin jarang saya mainkan, sebaliknya
permainan inilah yang sering dimainkan kakak perempuan saya. Permainan ini
bernama Congklak atau orang biasa menyebutnya “Dakon”. Congklak dimainkan oleh
dua orang, dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan
congklak dan 98 (14x7) buah biji.
1. Kelereng
Permainan ini di desa saya disebut dengan “Nekeran”. Dulu
waktu saya masih kecil, saya memiliki kelereng yang sangat banyak (bahkan
hingga ratusan kelereng) hasil dari tanding dengan teman-teman. Namun sayang,
kelereng saya yang dulu begitu banyak saat ini sudah mulai hilang dan tinggal
beberapa saja yang tersisa.
Itulah
tadi beberapa permainan tradisional yang dulu sering saya mainkan. Namun, saat
ini permainan tersebut hampir tidak pernah lagi dimainkan oleh anak-anak
dikarenakan sudah jadul dan kalah saingan dengan permainan elektronik atau
permainan online.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar